Google Music: When disliking a track, it automatically jumps to the next track.
/via Michaël
Google Music: When disliking a track, it automatically jumps to the next track.
/via Michaël
Daun yang jatuh tak pernah membenci angin, dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan, mengikhlaskan semuanya.
Bahwa hidup harus menerima, penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus mengerti, pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahami, pemahaman yang tulus.
Tak peduli lewat apa penerimaan, pengertian, pemahaman itu datang. Tak masalah meski lewat kejadian yang sedih dan menyakitkan
Minggu, 21 April 2013
Terbilang 3 minggu di bulan april telah di lalui. Yaa makin dekat liburan tetapi lebih dekat lagi UTS II. Sudah saatnya panik sihh, yaa itu sendiri juga akibat dari beberapa tindakan saya sendiri. Ternyata saya belum diberi kekuatan untuk menambah kesibukan. Terlihat pada tugas-tugas yang di tunda sudah mulai muncul ke permukaan. Mulai dari PR, Backsound, persiapan UTS, TA, MATLAB, serta Tugas asisten juga belum saya kerjakan.. yaa ini sendiri akibat dari kemalasan saya sendiri.
Lantas harus bagaimana???
harus ada yang dikorbankan???
Kalau di korbankan begitu saja itu ga bertanggung jawab namanya… yaa sebelum terlambat beberapa hal harus dilakukan.Teringat ketika pelantikan MBC mendengar kata-kata mutiara dari sang maestro “prioritas ada bukan untuk dipilih/di korbankan tetapi untuk dapat diatur sehingga semuanya dapat terselesaikan dengan baik” (ntahh iya apa ga, saya mendengarnya sayup-sayup dari barisan belakang).
Solusinya
1. Mungkin selama ini tingkat produktivitas bisa dinaikkan dari 20% menuju 80%.
2. Manajemen waktu lebih baik, mungkin saya harus berhenti bercengkrama yang tidak memiliki esensi sama sekali.
3. Korbankan waktu (tidur), yaa ini paling sulit… selama berkuliah di ITB saya tidur itu minimal 8 jam di atas bed, dan 2 jam di kursi kuliah (hehe).. nahh yang harus di korbankan itu yang 2 jam itu lhoo..
4. Rajin ke Toilet, mungkin ini sedikit menggambarkan betapa penuh inspirasinya toilet itu. bayangkan saja 2 jam ditoilet lebih produktif di bandingkan 5 jam di kamar. yaa mungkin karena banyak godaan dikamar. main inilah, main itulah, makan ini itu, internetan,anime, video bola, dll.
5. Biasakan bangun subuh, ini udah berlangsung selama semester 4 (tapi ga rutin sihh). yaa yang saya rasakan pikiran jadi lebih freshh karena bangun pagi, terlebih juga karena di dahulukan dengan sholat subuh. (ibaratnya sholat subuh itu amplifier untuk semangat)
Semoga poin-poin di atas dapat terlaksana dalam waktu dekat mengingat waktu juga limit mendekati nol.. Tak ada gunanya juga evaluasi tetapi masih melakukan kesalahan yang sama. Semoga semangat ini juga tertular bagi teman-teman yang membacanya..
@wahyuwfs